oleh : http://www.facebook.com/editprofile.php?sk=picture#!/pages/Muslimah-Shalihah-Perindu-Surga-Allah
Aku Wanita Mujahidah Sejati..
Yang tercipta dari tulang rusuk lelaki yang berjihad,
Bilakah kan datang seorang peminang menghampiriku mengajak untuk berjihad
Kelak ku akan pergi mendampinginya di bumi Jihad
Aku telah bersiap sedia dengan semua syarat yang diajukannya
Cinta Allah, Rasul dan Jihad Fisabilillah
Aku rela berkelana mengembara dengannya lindungi Dienullah
Ikhlas menyebarkan dakwah ke penjuru bumi Allah
Mujahid
Pipit Pitria | 23.52 | | 0 komentar
Program Perpustakaan dengan Double Linked List
Pipit Pitria | 15.51 | | 0 komentar
program perpustakaan;
uses crt;
type
pointer = ^Buku;
Buku = record
kodeBuku : integer;
judulBuku: string;
next,prev : pointer;
end;
var
awal,akhir : pointer;
{-----------------------------------------SISIP DEPAN-------------------------------------------}
procedure sisip_depan_double(var awal,akhir:pointer; kode:integer; judul:string);
var
dataBuku:pointer;
begin
New(dataBuku);
dataBuku^.kodeBuku := kode;
dataBuku^.judulBuku := judul;
if (awal = nil) then
begin
dataBuku^.next := nil;
dataBuku^.prev := nil;
akhir := dataBuku;
end
else
begin
dataBuku^.next := awal;
dataBuku^.prev := nil;
awal^.prev := dataBuku;
end;
awal:=dataBuku;
end;
{-----------------------------------------SISIP BELAKANG-------------------------------------------}
procedure sisip_belakang_double(var awal,akhir :pointer; kode:integer; judul:string);
var
dataBuku : pointer;
begin
New(dataBuku);
dataBuku^.kodeBuku := kode;
dataBuku^.judulBuku := judul;
dataBuku^.next := nil;
if (awal = nil) then
begin
awal:=dataBuku;
dataBuku^.prev := nil;
akhir := dataBuku;
end
else
begin
akhir^.next := dataBuku;
dataBuku^.prev := akhir;
end;
akhir:=dataBuku;
end;
{-----------------------------------------SISIP TENGAH-------------------------------------------}
procedure sisip_tengah_double(var awal,akhir :pointer; kode:integer; judul:string; menu_sisiptengah :integer);
var
dataBuku,bantu : pointer;
datasisip: integer;
ketemu:boolean;
begin
if(awal=nil)then
begin
New(dataBuku);
dataBuku^.kodeBuku:= kode;
dataBuku^.judulBuku:= judul;
dataBuku^.next:= nil;
dataBuku^.prev := nil;
awal:=dataBuku;
akhir:=dataBuku;
end
else
begin
ALGORITMA CIRCULAR DOUBLE LINKED LIST (Perspustakaan)
Pipit Pitria | 15.46 | | 0 komentar
ini pekerjaan kami :
- Dodi Permana
- Selamet Riyadi
- Swayji Giandika
- Sri Anggraeni
- Pipit Pitria
{-----------------------------------------SISIP DEPAN-------------------------------------------}
procedure sisip_depan_double(I/O awal,akhir:pointer input kode:integer judul:string)
{I.S. : Data yang akan disisipkan (elemen), pointer penunjuk awal dan pointer penunjuk akhir sudah terdefinisi }
{F.S. : Menghasilkan satu simpul yang disisipkan di depan pada double linked list}
Kamus :
dataBuku:pointer
Algoritma :
New(dataBuku)
dataBuku↑.kodeBuku ← kode
dataBuku↑.judulBuku ← judul
if (awal = nil) then
awal ← dataBuku
akhir ← dataBuku
akhir↑.next ← awal
awal↑.prev ← akhir
else
dataBuku↑.next ← awal
awal↑.prev ← dataBuku
awal ← dataBuku
akhir↑.next ← awal
awal↑.prev ← akhir
endif
endprocedure
Indahnya Cinta Karena Allah
Pipit Pitria | 19.01 | | 0 komentar
ketika engkau bertanya, mengapa aku memilihmu?
aku menjawab ..., karena agamamu
ketika engkau bertanya, cukupkah hanya itu?
...aku menjawab .., adakah yang lebih utama dari itu?
...Mungkin alasanku terlalu sederhana ...
Namun ku yakin engkau kan tahu, betapa mahal harganya
bahwa hal itu adalah sebuah kebenaran
bahwa alasan itu adalah sebuah kejujuran
bahwa sederhana itu adalah sebuah perjuangan
aku memilihmu tuk menjadi yang halal bagiku
bukan adu gengsi atau mengikuti trend masa kini
bukan untuk jadi pacar atau lebih dari teman
bukan untuk menemaniku jalan-jalan atau makan-makan
untukmu ya akhi ya ukhti .
Pipit Pitria | 18.54 | | 0 komentar
Untuk Yang Sedang Bersedih
Beramalah karena Allah, agar peluhmu tak sia-sia. Jangan kau hentikan amalmu karena banjir airmata kecewa yang menghadang jalanmu. Sesungguhnya Allah tak pernah luput hitungannya. Ia akan meninggikan setiap hamba yang jatuh bangun menyempurnakan pengabdian padaNya.
Wahai jiwa yang sedang layu…
Perpanjanglah sujudmu di malam-malam sunyi. Agar kau tahu bahwa keindahan tetap bersemayam di hati orang-orang yang mendapati cinta Illahi. dan menangislah sepuasnya… ketika hanya ada kau dan Dia. Adukan saja segala resahmu. Sebab dialah yang memiliki jawabnya.
Cinta Karena Allah
Pipit Pitria | 00.08 | | 0 komentar
Aku ingin mencintaimu karena sifatmu yang ceria
menjadi semangat yang menyala di ...dalam hati ini
tapi kemudian aku bertanya
bila keceriaan itu kelam dirundung duka
seberapa muram cintaku kan ada?
Aku ingin mencintaimu karena ramah hatimu
memberi kehangatan dalam setiap sapaanmu
tapi kemudian aku bertanya
kiranya keramahan itu tertutup kabut prasangka
seberapa mampu cintaku memendam praduga?
sekedar pengingat !!
Pipit Pitria | 00.07 | | 0 komentar
“Ketika kami sedang bersama Rosululloh SAW di kediaman seorang sahabat Anshar, tiba – tiba terdengar panggilan seseorang dari luar rumah:
“Wahai penghuni rumah, bolehkah aku masuk..? Sebab kalian akan membutuhkanku. “
Rosululloh bersabda:”Tahukah kalian siapa yang memanggil?”
Kami menjawab: “Alloh dan RosulNya yang lebih mengetahui.”
Beliau melanjutkan, “Itu Iblis, laknat Alloh bersamanya.”
Umar bin Khattab berkata: “izinkan aku membunuhnya wahai Rosululloh”
Nabi menahannya: “Sabar wahai Umar, bukankah kamu tahu bahwa Alloh SWT memberinya kesempatan hingga hari kiamat? Lebih baik bukakan pintu untuknya, sebab dia telah diperintahkan oleh Alloh untuk ini, pahamilah apa yang hendak ia katakan dan dengarkan dengan baik.”
Ibnu Abbas RA berkata: pintu lalu dibuka, ternyata dia seperti seorang kakek yang cacat satu matanya. di janggutnya terdapat 7 helai rambut seperti rambut kuda, taringnya terlihat seperti taring babi, bibirnya seperti bibir sapi.
Iblis berkata: “Salam untukmu Muhammad,… . salam untukmu para hadirin…”
Rosululloh SAW lalu menjawab: Salam hanya milik Alloh SWT, sebagai mahluk terlaknat, apa keperluanmu?”
Iblis menjawab: “Wahai Muhammad, aku datang ke sini bukan atas kemauanku, namun karena terpaksa.”
” Siapa yang memaksamu?”
Seorang malaikat dari utusan Alloh telah mendatangiku dan berkata:
jika pada akhirnyaaa ..
Pipit Pitria | 23.46 | | 0 komentar
mengapa mesti dijalani dengan sepedih rasa,
sedang ketegaran akan lebih dikenang nanti.
Jikalah kesedihan akan menjadi masa lalu pada akhirnya,
mengapa tidak dinikmati saja,
sedang ratap tangis tidak akan mengubah apa-apa.
Jikalah luka kecewa akan menjadi masa lalu pada akhirnya,
mengapa mesti dibiarkan meracuni jiwa,
sedang ketabahan dan kesabaran adalah lebih utama.
Jikalah benci dan marah akan menjadi masa lalu pada akhirnya,
mengapa mesti diumbar sepuas rasa,
sedang menahan diri adalah lebih berpahala.
Jikalah kesalahan akan menjadi masa lalu pada akhirnya,
mengapa mesti tenggelam di dalamnya,
sedang tobat itu lebih utama.
Jikalah harta akan menjadi masa lalu pada akhirnya,
mengapa mesti ingin dikukuhi sendiri,
sedang kedermawanan justru akan melipatgandakannya.
Jikalah kepandaian akan menjadi masa lalu pada akhirnya,
mengapa mesti membusung dada,
sedang dengannya manusia diminta memimpin dunia.
Jikalah cinta akan menjadi masa lalu pada akhirnya,
mengapa mesti ingin memiliki dan selalu bersama,
sedang memberi akan lebih banyak memiliki arti.
Jikalah bahagia akan menjadi masa lalu pada akhirnya,
mengapa mesti dirasakan sendiri,
sedang berbagi akan membuatnya lebih bermakna.
Jikalah hidup akan menjadi masa lalu pada akhirnya,
mengapa mesti diisi dengan kesia-siaan belaka,
sedang begitu banyak kebaikan bisa dicipta.
http://zafiruddin.blogspot.com/2011/02/jika-pada-akhirnya.html#more
we love him :)
Pipit Pitria | 23.44 | | 0 komentar
Pernah suatu hari Rasulullah SAW pulang dari perjalanan jihad fisabilillah. Beliau pulang diiringi para sahabat. Di depan pintu gerbang kota Madinah nampak Aisyah r.a sudah menunggu dengan penuh kangen. Rasa rindu kepada Rasulullah SAW sudah sangat terasa. Akhirnya Rasulullah SAW tiba juga ditengah kota Madinah. Aisyah r.a dengan sukacita menyambut kedatangan suami tercinta. Tiba Rasulullah SAW dirumah dan beristirahat melepas lelah. Aisyah dibelakang rumah sibuk membuat minuman untuk Sang suami. Lalu minuman itupun disuguhkan kepada Rasulullah SAW. Beliau meminumnya perlahan hingga hampir menghabiskan minuman tersebut tiba tiba Aisyah berkata “ Yaa Rasulullah biasanya engkau memberikan sebagian minuman kepadaku tapi kenapa pada hari ini tidak kau berikan gelas itu?”. Rasulullah SAW diam dan hendak melanjutkan meminum habis air digelas itu. Dan Aisyah bertanya lagi, Yaa Rasulullah biasanya engkau memberikan sebagian minuman kepadaku tapi kenapa pada hari ini tidak kau berikan gelas itu?”Akhirnya Rasulullah SAW memberikan sebagian air yang tersisa di gelas itu Aisyah r.a meminum air itu dan ia langsung kaget terus memuntahkan air itu.Ternyata air itu terasa asin bukan manis. Aisyah baru tersadar bahwa minuman yang ia buat dicampur dengan garam bukan gula. Kemudian Aisyah r.a langsung meminta maaf kepada Rasulullah.
Itulah sebagian dari banyaknya kemuliaan akhlak Rasulullah SAW. Dia memaklumi kesalahan yang dilakukan oleh istrinya, tidak memarahinya atau menasihatinya dengan kasar. Rasulullah SAW memberi kita teladan bahwasanya akhlak yang mulia bisa kita mulai dari lingkungan terdekat dengan kita. Sebuah hadits menyebutkan, “ Lelaki yang paling baik diantara kalian adalah yang paling baik akhlaknya kepada istrinya”. Semoga kita diberi taufik untuk bisa meneladani akhlak Rasulullah SAW
sumber : kisahislami.com
Mangkuk yang Cantik, Madu yang Manis dan Sehelai Rambut .
Pipit Pitria | 23.42 | | 0 komentar
Abu Bakar Ash Shiddiq r.a berkata, “iman itu lebih cantik dari mangkuk yang cantik ini, orang yang beriman itu lebih manis dari madu, dan mempertahankan iman itu lebih susah dari meniti sehelai rambut”.
Umar bin Khattab r.a berkata, “kerajaan itu lebih cantik dari mangkuk yang cantik ini, seorang raja itu lebih manis dari madu, dan memerintah dengan adil itu lebih sulit dari meniti sehelai rambut”.
Utsman bin Affan r.a. berkata, “ilmu itu lebih cantik dari mangkuk yang cantik ini, orang yang menuntut ilmu itu lebih manis dari madu, dan ber’amal dengan ilmu yang dimiliki itu lebih sulit dari meniti sehelai rambut”.
Ali bin Abi Thalib r.a berkata, “tamu itu lebih cantik dari mangkuk yang cantik ini, menjamu tamu itu lebih manis dari madu, dan membuat tamu senang sampai kembali pulang ke rumahnya adalah lebih sulit dari meniti sehelai rambut”.
Fathimah Az Zahra r.ha. berkata, “seorang wanita itu lebih cantik dari sebuah mangkuk yang cantik, wanita yang ber-purdah itu lebih manis dari madu, dan mendapatkan seorang wanita yang tak pernah dilihat orang lain kecuali muhrimnya lebih sulit dari meniti sehelai rambut”.
Rasulullah SAW berkata, “seorang yang mendapat taufiq untuk beramal adalah lebih cantik dari mangkuk yang cantik ini, beramal dengan amal yang baik itu lebih manis dari madu, dan berbuat amal dengan ikhlas adalah lebih sulit dari meniti sehelai rambut”.
Malaikat Jibril AS berkata, “menegakkan pilar-pilar agama itu lebih cantik dari sebuah mangkuk yang cantik, menyerahkan diri, harta, dan waktu untuk usaha agama lebih manis dari madu, dan mempertahankan usaha agama sampai akhir hayat lebih sulit dari meniti sehelai rambut”.
Allah SWT berfirman, ” Sorga-Ku itu lebih cantik dari mangkuk yang cantik itu, nikmat sorga-Ku itu lebih manis dari madu, dan jalan menuju sorga-Ku adalah lebih sulit dari meniti sehelai rambut”.
sumber :kisahislami.com
